Buku: Sebuah Khazanah Transformatif bagi Intelektual Mahasiswa
Dengan membaca buku, akan membuka jendela wawasan intelektual kita. Hal ini merupakan sebuah motivasi bijak buat kita, terlebih jika kita berstatus sebagai pelajar, katakanlah sebagai salah satu contohnya adalah mahasiswa. Sebagai mahasiswa yang progresif, sudah tidak asing lagi dengan "buku". Mengapa demikian, karena dengan buku, mahasiswa akan semakin terampil dalam improvisasi intelektual mereka, dengan buku pula, akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membuat inovasi yang komprehensif dalam ranah sosial kultural, pun juga dalam menghadapi permasalahan yang kompleks dalam kehidupan masyarakat.. Buku merupakan referensi yang sangat urgen bagi mahasiswa. Oleh karena itu, membaca buku merupakan kebutuhan pokok atau konsumsi primer yang sangat krusial bagi mahasiswa. Bukan mahasiswa jika tidak pernah membaca.
Terkait dengan buku, perlu kita telisik terlebih dahulu minat baca mahasiswa. Disadari atau tidak, tak jarang kita jumpai sejumlah mahasiswa yang buta pengetahuan. Hal ini kemungkinan dilatar belakangi oleh minimnya minat baca mereka terhadap buku. Padahal sejatinya mereka tidak ingin ketinggalan zaman dalam memperkaya khaazanah intelektual mereka. Adapun faktor lain yang melatar belakangi minimnya minat baca mahasiswa yakni fasilitas perpustakaan buku yang kurang memadai, sehingga mereka "malas" untuk berkunjung ke perpustakaan, terlebih untuk menyentuh buku-bukunya.
Lalu, bagaimana langkah solutif dalam menyikapi masalah ini? Menurut penulis, minat baca buku mahasiswa tidak terlepas dari personalnya. Selain itu juga terkait dengan lingkungan sekitar mereka. Jika mahasiswa ingin lebih terampil dalam mengembangkan intelektual mereka, maka mereka harus memperbanyak pengetahuan mereka dengan membaca wacana sebanyak mungkin baik itu dengan menelaah buku, mengerjakan tugas, membuat makalah, berdiskusi, mengadakan kajian atau mengikuti seminar-seminar ilmiah. Di sisi lain, juga diperlukan sebuah penyadaran diri mengenai urgensi membaca buku.
Sebagai mahasiswa harus telaten dalam mengkaji sebuah buku, mereka harus membiasakan diri untuk selalu bergumul dengan buku. Buku yang dimaksud disini adalah buku yang mengacu dalam ranah tataran intelektual ataupun juga referensional. Membiasaka diri untuk berdialog dengan pikiran-pikiran kontemporer, juga akan membentuk karakteristik khazanah intelektual mereka. Dengan kata lain, dari ekslusif menuju transformatif inklusif. Disinilah peran utama mahasiswa sebagai agent of change diperlukan. Oleh karena itu, perkaya terus khazanah intelektual kita dengan membaca buku. Buku bukan suatu phobia melainkan sebagai suatu khazanah transformatif bagi intelektual kita sebagai mahasiswa. Mungkin hanya sekelumit tulisan yang dapat penulis sampaikan. Semoga dengan membaca tulisan sederhana ini, mampu meningkatkan minat baca kita terhadap buku dan menyadarkan diri kita terkait urgensitas buku terhadap improvisasi intelektual kita. Semoga sukses selalu menyertai langkah hidup kita. Amiin...
Created by: Wong Aliet.
0 komentar:
Posting Komentar